Selasa, 15 November 2016

Yakin Bisa Jadi Guru yang Dirindukan?


Bagi mahasiswa jurusan pendidikann terutama Mahasiswa Universitas Djuanda pasti cita-cita yang paling diimpikan adalah menjadi seorang guru. Mahasiswa keguruan berprinsip bahwa calon menantu idaman adalah seorang guru. Tentu saja itu hanya pembelaan mereka semata. Harapan yang paling besar saat kelak menjadi guru (Aminn) adalah menjadi sosok guru yang dirindukan muridnya. Senantiasa dinantikan saat ada dan dirindukan jika tak ada. Namun, apakah kamu wahai mahasiswa keguruan yakin bisa jadi guru yang dirindukan jika masih saja melakukan 3 hal khas mahasiswa dibawah ini...

1.      1. Begadang

Hasil gambar untuk drama korea

Pasti semua mahasiswa beralasan kalau mereka begadang itu karena tuntutan tugas. BOHONG!
Hei kalian yang katanya calon guru yang dirindukan, dengan kalian begadanga saja menandakan kalaau kalian tidak bisa me-manajemen waktu dengan baik.
Kebanyakan mahasiswa perempuan pasti begadang karena sibuk nontonin drama korea, sedangkan yang laki-laki? Sibuk streaming youtube atau main game. Huhu...
Ubahlah kebiasaan ini jika kalian betul-betul ingin jadi sosok guru yang dirindukan kelak. Ngatur waktu aja gak bisa gimana ngatur keadaan kelas nantinya? Hayoo..


2.      2. Ngeluh Tugas Mulu
Hasil gambar untuk ngeluh tugas


Ini problem paling utama semua mahasiswa di Indonesia. Apalagi mahasiswa keguruan itu hampir semua matakuliahnya pasti presentasi kelompok. Ini nih, mereka yang dapet rata-rata kelompoknya di awal sibuk merutuk karena dikejar-kejar tugas sama seremnya kayak dikejar ibu kos bayar kosan. Sedangkan mereka yang dapet pertengahan dan akhir bisa santai leya-leye ngeledekin mereka yang dikejar tugas. Semua tugas selalu dikerjakan SKS (Sistem Kebut Semalam). Belum lagi mikirin ice breaking sebelum presentasi, juga nyari video buat ngalihin audience saat lagi sibuk nyari jawaban pertanyaan. Ngatur waktu nugas sama rapat orfanisasi yang seringnya bentrok. Duh, pusing dos! (Dosen)

3.      3. Ngomong Kasar

Hasil gambar untuk ngomong kasar